Home / Kota Kupang / Pansus DPRD Kota Kupang Soroti Dugaan Pekerjaan Jalan Asal Jadi oleh Dinas PUPR

Pansus DPRD Kota Kupang Soroti Dugaan Pekerjaan Jalan Asal Jadi oleh Dinas PUPR

NTTLine –  Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang untuk Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kupang Tahun Anggaran 2025 menemukan adanya dugaan pekerjaan jalan yang tidak sesuai standar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang.
Temuan tersebut diperoleh saat Pansus melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan jalan di Jalan Puri Indah, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Rabu (22/04/2026).
Anggota Pansus LKPJ, Robi Kan, mengungkapkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan tersebut terkesan dikerjakan secara asal dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Pekerjaan jalan tersebut terkesan asal jadi. Jalan berlubang yang diperbaiki tidak menggunakan aspal, melainkan campuran semen, padahal konstruksi yang digunakan adalah hotmix,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Robi menjelaskan, dengan nilai kontrak yang mencapai sekitar Rp1,4 miliar, pekerjaan tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan kualitas yang baik. Apalagi, proyek tersebut hanya bersifat rehabilitasi atau perbaikan, bukan pembangunan jalan baru secara keseluruhan.
Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan pekerjaan hanya dilakukan dengan sistem tambal sulam menggunakan campuran semen, yang dinilai tidak tepat.
“Kalau menggunakan campuran semen, jelas permukaan jalan bisa menjadi lebih licin. Selain itu, perlu dipertanyakan apakah metode tersebut sudah sesuai dengan perencanaan awal,” tegasnya.
Pansus LKPJ, lanjut Robi, meminta agar Dinas PUPR Kota Kupang segera melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh dan memperbaiki pekerjaan tersebut agar sesuai standar yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi Dethan, memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan campuran semen merupakan bagian dari tahapan awal pekerjaan.
“Penutupan lubang dengan campuran semen itu hanya tahap awal. Setelah itu, baru akan dilanjutkan dengan pelapisan aspal hotmix,” jelasnya.
Maxi menegaskan bahwa pekerjaan jalan tersebut masih dalam proses dan telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *