LMND NTT Gelar Konferwil V di TTU, Perkuat Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan
NTTLine — Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Nusa Tenggara Timur (EW LMND NTT) menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) V di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (10/10/2026). Forum ini menjadi momentum evaluasi organisasi, penguatan konsolidasi kader, serta regenerasi kepemimpinan yang demokratis.
Konferwil V mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Organisasi dan Kepemimpinan Demokratis Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Zaman”.
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat wilayah, Konferwil menjadi ruang bagi kader untuk mengevaluasi program kerja, menyampaikan pertanggungjawaban kepemimpinan, merumuskan arah perjuangan organisasi, serta menentukan kepemimpinan berikutnya sesuai mekanisme organisasi.
Ketua EW LMND NTT, Rahmat Gunawan, menegaskan bahwa Konferwil tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi internal dan memastikan demokrasi organisasi berjalan secara sehat dan konsisten.
“Konferensi wilayah ini diharapkan bukan sekadar ruang untuk mengganti kepemimpinan wilayah, melainkan juga untuk menjalankan mekanisme organisasi secara sehat dan konsisten,” ujar Rahmat.
Rahmat mengatakan, LMND NTT perlu memperkuat kemampuan kader dalam membaca kondisi objektif masyarakat, terutama di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang berlangsung di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak dalam rutinitas organisasi. Sebaliknya, gerakan mahasiswa harus mampu merumuskan program dan strategi yang relevan dengan persoalan konkret masyarakat.
Ia berharap Konferwil V menjadi ruang pertukaran gagasan bagi para kader untuk menentukan langkah strategis sekaligus memperkuat posisi LMND sebagai organisasi mahasiswa yang memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kami berharap forum ini menjadi momentum untuk memetakan arah politik dan menentukan kompas perjuangan LMND NTT dalam menghadapi tantangan zaman serta perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.
Rahmat menambahkan, keputusan yang dihasilkan dalam Konferwil harus menjadi pedoman bagi kepemimpinan berikutnya dalam menjalankan program kerja, memperkuat struktur organisasi, dan memperluas jangkauan gerakan mahasiswa di NTT.
Sementara itu, Ketua Umum Eksekutif Nasional (EN) LMND, Muhaimin Isnain Mukadar, menekankan pentingnya memperluas basis gerakan dan memperkuat struktur organisasi mulai dari tingkat komisariat, kota dan kabupaten, hingga wilayah.
Menurut Muhaimin, penguatan struktur harus berjalan seiring dengan peningkatan partisipasi mahasiswa dalam merespons persoalan sosial serta mengawal pelaksanaan kebijakan pembangunan nasional.
Ia menyebut mahasiswa memiliki peran strategis untuk terlibat dalam mengkaji dan mengawal berbagai program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.
“Mahasiswa perlu berpartisipasi dan merespons program-program nasional seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta program strategis lainnya,” jelas Muhaimin.
Namun, keterlibatan mahasiswa tersebut, menurutnya, perlu disertai sikap kritis agar pelaksanaan program pembangunan benar-benar memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif.
Muhaimin juga mengingatkan pentingnya menjadikan amanat konstitusi sebagai salah satu landasan dalam mengawal pembangunan nasional, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 yang mengatur perekonomian nasional serta kesejahteraan sosial.
Ia menegaskan, organisasi mahasiswa harus tetap dekat dengan persoalan masyarakat. Berbagai isu, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, sosial, hingga kebudayaan, perlu menjadi perhatian dalam agenda perjuangan mahasiswa.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk membangun kesadaran kritis serta merespons berbagai persoalan konkret di bidang sosial, ekonomi, politik pendidikan, hingga kebudayaan,” tambahnya.
Penguatan organisasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembangunan kesadaran kritis kader. Konsolidasi tidak cukup hanya untuk menjaga keberlangsungan struktur, tetapi juga harus memperkuat kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi persoalan dan merumuskan alternatif penyelesaian.
Melalui Konferwil ke-V, LMND NTT diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang demokratis, memperkuat persatuan kader, serta menetapkan arah gerakan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Konferwil ke-V EW LMND NTT diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan Eksekutif Kota dan Kabupaten LMND se-Nusa Tenggara Timur. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Ideologi Politik Organisasi, serta Pancasila dan konstitusi negara. (…)
