Reses Mokrianus Lay: Warga Naikoten I Minta Bronjong di Kali Biknoi, Kuanino Usulkan Perbaikan Jalan

0
WhatsApp Image 2026-10-27 at 21.15.37

NTTLine – Warga Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang, meminta pemerintah memasang kawat bronjong di sepanjang bantaran Kali Biknoi untuk mencegah longsor dan mengantisipasi meluasnya aliran sungai saat musim hujan.

Aspirasi tersebut disampaikan Ketua RT 28/RW 12 Kelurahan Naikoten I, Sabdi Hanek, saat reses Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, di wilayah tersebut, Selasa (27/10/2026).

Sabdi mengatakan, setiap musim hujan, banjir kerap mengikis pinggiran sungai sehingga kondisi bantaran semakin terancam. Warga pun khawatir pengikisan tersebut dapat memicu longsor dan membahayakan permukiman di sekitarnya.

“Setiap musim hujan, pinggiran sungai terus terkikis akibat banjir. Karena itu, kami membutuhkan penahan berupa kawat bronjong agar pengikisan tidak semakin meluas,” kata Sabdi.

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut melalui pembangunan bronjong sebagai upaya mengurangi risiko longsor dan melindungi permukiman warga.

Selain persoalan Kali Biknoi, Sabdi juga meminta penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU). Menurutnya, jumlah lampu jalan yang tersedia saat ini masih sangat terbatas sehingga sejumlah titik menjadi gelap pada malam hari. “Kalau malam, wilayah ini cukup gelap karena penerangan jalan belum memadai,” ujarnya.

Sabdi berharap aspirasi masyarakat tersebut dapat diteruskan oleh DPRD kepada pemerintah daerah agar kebutuhan infrastruktur dan keselamatan warga dapat ditangani.

Menanggapi usulan tersebut, Mokrianus Lay menyatakan akan memperjuangkan aspirasi warga Naikoten I. Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Kupang yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, ia berencana menyampaikan usulan pembangunan bronjong kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Ia berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan dan diakomodasi dalam APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2027. Hal serupa juga akan dilakukan terhadap usulan penambahan lampu penerangan jalan.

“Saya akan menyampaikan usulan masyarakat ini dalam pembahasan anggaran mendatang. Mudah-mudahan bisa diakomodasi dalam APBD murni 2027,” kata Mokrianus.

Sementara dalam reses di titik kedua, yang berlangsung di RT 15/RW 04 Kelurahan Kuanino, warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 200 meter.

Warga menilai jalan tersebut sudah lama menjadi akses penting bagi masyarakat, tetapi hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai dari pemerintah.
“Kami sangat berharap pemerintah memberikan perhatian agar jalan ini bisa diperbaiki sehingga dapat diakses dengan baik oleh masyarakat,” kata Anus Nafie, salah seorang warga RT 15.

Selain perbaikan jalan, Nafie juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi drainase di wilayah tersebut. Pasalnya, genangan air masih terjadi ketika hujan turun sehingga mengganggu kenyamanan warga.

Menurut warga, perbaikan jalan dan pembenahan drainase diperlukan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mengurangi persoalan genangan saat musim hujan.

Menanggapi aspirasi warga Kuanino, Mokrianus Lay kembali menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat tersebut dalam pembahasan APBD murni Tahun Anggaran 2027.

Ia berharap usulan pembangunan jalan dan perbaikan drainase dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di kedua kelurahan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai prioritas dan kemampuan anggaran daerah. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *