Reses di Kelurahan Solor, Mokrianus Lay DPRD Asal Partai Hanura Bantu Remaja yang Setahun Terbaring Sakit

0
WhatsApp Image 2026-10-27 at 21.45.41

NTTLine – Kegiatan Reses I Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Hanura, Mokrianus Imanuel Lay, di RT 014/RW 005, Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, menjadi momentum untuk menindaklanjuti persoalan kemanusiaan yang dialami seorang remaja berusia 14 tahun.

Remaja bernama Richard Seko itu telah setahun terbaring sakit di rumahnya setelah menyelesaikan pendidikan di SD Oeba 2. Kondisi kesehatannya membuat Richard belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Kondisi Richard terungkap ketika seorang warga menyampaikan persoalan tersebut dalam forum reses. Mendengar aspirasi itu, Mokrianus bersama Lurah Solor, Irwan M. Tulimau, S.STP, langsung mengunjungi rumah Richard untuk melihat kondisinya sekaligus menemui ibunya, Adriana Seko.

Di rumah sederhana tersebut, keduanya mendapati Richard terbaring di atas matras di dalam kamar. Kunjungan itu menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi serta penanganan lanjutan bagi Richard.

Mokrianus menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami Richard. Ia kemudian memberikan bantuan uang tunai dari dana pribadinya untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak, seperti obat-obatan, popok, serta kebutuhan makan dan minum keluarga.

“Kita coba bantu urus keluhan utamanya dahulu, seperti ketersediaan obat dan pampers untuk adik Richard. Hari ini kami berikan bantuan tunai agar kebutuhan mendesak ini bisa langsung dibeli tanpa menunda,” ujar Mokrianus saat mengunjungi Richard.

Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sambil mengupayakan penanganan lebih lanjut melalui instansi terkait.
Sementara itu, Lurah Solor, Irwan M. Tulimau, mengatakan pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi Richard mendapat perhatian medis secara berkelanjutan.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian langsung dari Pak Dewan. Ini adalah informasi berharga bagi kami di pemerintahan. Langkah selanjutnya, kami pastikan akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan agar secara medis penanganan Richard terpantau jelas,” kata Irwan.

Selain persoalan kesehatan, Irwan juga menyoroti pendidikan Richard yang tertunda selama setahun. Menurut dia, hak pendidikan anak tersebut perlu tetap diperhatikan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

“Kita upayakan koordinasi juga dengan pihak pendidikan, agar anak dengan penderitaan seperti ini tetap bisa mendapatkan hak belajarnya sesuai kondisi,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih terkoordinasi, baik dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pelayanan kesehatan, maupun akses pendidikan Richard.

Melalui koordinasi antara DPRD, pemerintah kelurahan, fasilitas kesehatan, dan instansi pendidikan, keluarga Richard diharapkan memperoleh pendampingan yang berkelanjutan sehingga kebutuhan remaja tersebut dapat ditangani sesuai kondisi dan hak-haknya. iOne

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *