Dapat Penghargaan Bintang Utama LVRI, Wagub NTT Kenang Masa Lalu dan Soroti Duka Daerah

0
WhatsApp Image 2026-09-18 at 15.44.00

 

NTTLine — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima penganugerahan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Yang Utama di Markas Kapolda NTT, Jumat (18/9/2026). Penganugerahan ini diberikan langsung oleh DPP LVRI sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang Wagub NTT dan Kapolda NTT kepada bangsa dan negara.

 

Acara yang dihadiri oleh Kapolda NTT beserta jajaran, Ketua DPRD Provinsi NTT, pejabat Pemerintah Provinsi NTT, serta jajaran pengurus DPP LVRI ini berlangsung khidmat. Penganugerahan tersebut terasa haru bagi Wagub NTT, mengingat rekam jejak kariernya yang pernah mengabdi selama lebih dari 30 tahun di Polri dan sempat menjabat sebagai Kapolda NTT sebelum mendampingi Gubernur Melki Laka Lena memimpin daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Wagub NTT menegaskan bahwa penghargaan dari para veteran merupakan dorongan moral untuk terus meneruskan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Di balik suasana khidmat penganugerahan, acara tersebut juga melukis rasa duka mendalam atas dua peristiwa yang memprihatinkan yang melanda warga NTT:

Bencana Gempa Bumi di Pulau Flores: Gempa yang melanda tujuh kabupaten di Pulau Flores mengakibatkan korban jiwa serta kerugian materiil yang masif. Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas gelombang bantuan dan dukungan yang mengalir dari Presiden, Wakil Presiden, jajaran pemerintah daerah, hingga komunitas nasional.

Gugurnya Putra-Putri Terbaik Bangsa di Papua: Duka juga menghancurkan NTT atas gugurnya tiga relawan kemanusiaan akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua Pegunungan. Tiga korban yang gugur saat membawa bantuan masyarakat tersebut telah dimakamkan di daerah asal masing-masing: • Alfi Darapi (dimakamkan di Toraja) • Alfonsius Agni Smeha (dimakamkan di Maumere, Sikka) • Wilin Wui (dimakamkan di Pulau Rote)

Mengutip pesan bersejarah John F. Kennedy, Wagub NTT mengingatkan seluruh pihak untuk tidak menuntut apa yang diberikan negara, melainkan fokus pada apa yang bisa dikontribusikan bagi bangsa.

Ia menegaskan bahwa Bintang Utama LVRI bukanlah pertanda perjuangan telah usai, melainkan pemantik semangat untuk terus membawa NTT menuju daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *