Home / Kota Kupang / 140 Siswa SMPN 8 Diduga Keracunan MBG, Wali Kota Kupang Minta Dinkes Lakukan Investigasi Menyeluruh

140 Siswa SMPN 8 Diduga Keracunan MBG, Wali Kota Kupang Minta Dinkes Lakukan Investigasi Menyeluruh

Kupang-NTTLine, Sebanyak 140 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Kupang, diduga mengalami keracunan makanan, saat mengkonsumsi makanan bergisi gratis (MBG) yang disediakan oleh penyedia MBG di Kota Kupang, pada selasa (22/07/2025). 140 siswa yang mengalami dilarikan ditiga rumah sakit yang berbeda, yakni Rumah Sakit (RS) Siloam, Mamami dan RSUD S.K.Lerik.
Kepala Sekolah SMPN 8. Roslin Lana yang di konfirmasi media mengaku  bahwa siswa yang dilarikan kerumah sakit karena mengalami muntah-muntah, disertai perut mules dan mencret yang berkepanjangan sehingga pihak sekolah memutuskan  menghubungi pihak rumah sakit dan mereka menyediakan ambulance untuk mengangkut para siswa disekolah.
Menurutnya, pihak sekolah belum bisa memastikan apakah ada kandungan bahan berbahaya yang dikonsumsi oleh para siswa karena, namun bisa dipastikan bahwa para siswa mengalami sakit setelah mengkonsumsi MBG yang disediakan oleh penyedia pada senin (21/07/2025)
“Sebenarnya belum ada kepastian, tapi banyak siswa yang mengeluh soal sayur dan dan lauk lain yang di konsumsi sudah basi. Mereka terpaksa  mengkonsumsi makanan yang rasanya asam karena sudah sangat lapar,” ujarnya.
Menurutnya, akibat terjadi keracunan makanan, pihak sekolah terpaksa menutup sementara kegiatan belajar mengajar sampai semuamya pulih kembali. Sementara pengadaan MBG pada hari ini, selasa(27/07/2025) dihentikan untuk sementara waktu.
” Hari makanan tidak dibagikan karena kami khawatir hal-hal buruk terjadi lagi,” kata Roslin.
Roslin atas kejadian, semua instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dinas Pendidikan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), maupun kepolisian sudah datang dan menelusuri apa yang terjadi saat ini.
Terpisah, Wali Kota Kupang, Christian Widodo memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri asal makanan yang diduga menyebabkan siswa keracunan.
Ia menargetkan investigasi itu harus selesai dalam satu atau dua hari ke depan. Hasil investigasi akan menjadi evaluasi.
Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon meminta Pemkot harus bertindak tegas, termasuk memberikan sanksi tegas bagi penyedia atau pengelola MBG apabila terbukti lalai.
DPRD juga meminta polisi segera memeriksa pengelola MBG itu. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *