Home / Kota Kupang / Reses di Kelurahan Nunlelu, Randy Daud Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Reses di Kelurahan Nunlelu, Randy Daud Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

NTTLine – Anggota DPRD Kota Kupang, Randy Daud, melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat di Kelurahan Nunlelu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan yang dinilai penting untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.
Salah satu warga, Martha Nope, menyampaikan kritik terkait bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, masih ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan namun belum mendapatkan bantuan, sementara penerima bantuan justru tidak sesuai kondisi ekonomi.
Selain itu, Martha juga menyoroti persoalan lampu jalan yang masih kurang di wilayah Kelurahan Nunlelu. Ia menilai minimnya penerangan jalan dapat berdampak pada keamanan dan kenyamanan warga saat beraktivitas di malam hari.
Tak hanya itu, Martha turut mengeluhkan proses pengurusan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang dinilai berbelit-belit. Ia berharap pemerintah dapat menyederhanakan prosedur agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa lebih mudah mendapatkan akses pendidikan tinggi.
Keluhan lainnya datang dari warga bernama Maria Selan Pandie, yang menyoroti masalah sampah. Maria mengeluhkan warga harus membuang sampah sangat jauh hingga ke kawasan pasar karena di Kelurahan Nunlelu belum tersedia tempat pembuangan sampah (TPS) yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Buang sampah sangat jauh, sampai ke pasar. Di Nunlelu belum ada tempat pembuangan sampah yang dekat dan bisa dipakai warga,” keluh Maria.
Maria pun mengusulkan agar pemerintah dapat membangun tempat sampah atau TPS di wilayah Kelurahan Nunlelu untuk mempermudah warga membuang sampah serta menjaga kebersihan lingkungan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Randy Daud menyatakan siap memperjuangkan seluruh keluhan warga agar dapat ditindaklanjuti pemerintah.
Terkait persoalan bansos, Randy mengaku keluhan serupa juga ia terima dari sejumlah kelurahan lain. Karena itu, ia menegaskan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kupang, agar pendataan penerima bansos dilakukan secara lebih baik dan benar.
Randy juga menekankan pendataan harus dilakukan dari tingkat bawah, yakni melalui RT dan RW, agar penerima bantuan benar-benar sesuai kondisi masyarakat.
Sementara untuk masalah lampu jalan, Randy meminta warga Kota Kupang untuk bersabar. Ia menyebut pemerintah Kota Kupang telah merencanakan penyediaan sekitar 11 ribu unit lampu jalan, yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan penerangan di berbagai wilayah, termasuk Kelurahan Nunlelu.
Sedangkan mengenai penyediaan TPS atau tempat sampah, Randy menjelaskan persoalan tersebut menjadi masalah di banyak kelurahan. Menurutnya, salah satu kendala utama adalah masih banyak warga yang menolak lahannya dijadikan lokasi tempat pembuangan sampah.
Untuk itu, Randy menyarankan agar warga tetap disiplin membuang sampah sesuai waktu dan lokasi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga pengangkutan sampah dapat berjalan lebih lancar dan lingkungan tetap bersih. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *