Home / Kota Kupang / Warga Airnona Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Sertifikasi Lahan Saat Reses Jabir Marola

Warga Airnona Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Sertifikasi Lahan Saat Reses Jabir Marola

 NTTLine- Warga Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur dan pelayanan dasar kepada Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola, saat kegiatan reses yang digelar di wilayah tersebut.
Dalam reses yang dihadiri sekitar 300 orang,  warga meminta DPRD Kota Kupang membantu menyambungkan suara masyarakat kepada pemerintah, terutama terkait pembangunan jalan setapak di RT 09 sepanjang kurang lebih 300 meter.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah menyiapkan bronjong penahan di pinggir kali wilayah RT 19, serta pembangunan tembok penahan kali di wilayah yang sama. Menurut warga, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi erosi dan dampak banjir yang berpotensi mengancam pemukiman.
Tidak hanya soal infrastruktur, warga RT 04 juga meminta dukungan untuk program nasional PRONA (sertifikasi lahan), agar masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
Sementara itu, warga juga mengusulkan penambahan lampu penerangan jalan sebanyak tiga titik di RT 18 RW 05, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga pada malam hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh permintaan warga sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. “Untuk pembangunan tembok penahan kali dan bronjong, saya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Kupang,” ujar Jabir.
Sedangkan terkait program PRONA untuk sertifikasi lahan warga RT 04, Jabir mengaku akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti.Adapun mengenai penerangan jalan, Jabir menyampaikan akan berkoordinasi dengan UPTD Penerangan Jalan agar kebutuhan lampu jalan dapat segera direalisasikan.
Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi secara langsung, sekaligus menjadi bahan bagi DPRD dalam menyusun pokok-pokok pikiran yang akan diperjuangkan melalui program pembangunan daerah. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *