Reses Randi Daud di Naikoten II, Warga Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah dan Minta Pembangunan Pustu
NTTLine – Warga Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Mereka meminta pemerintah menambah kuota penyaluran melalui agen minyak tanah di wilayah RT 01/RW 01.
Aspirasi tersebut disampaikan Romi Dira dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Kupang, Randi Daud, yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Lurah Naikoten II, Fanny Adam, bersama puluhan warga.
Romi mengatakan, keterbatasan pasokan minyak tanah membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk mendapatkan bahan bakar tersebut, warga terpaksa mencari hingga ke Pasar Kasih Naikoten I dengan harga yang jauh lebih mahal.
“Untuk kebutuhan memasak sehari-hari, kami sangat kesulitan mendapatkan minyak tanah. Karena stok terbatas, kami terpaksa berhemat,” kata Romi.
Ia menjelaskan, harga normal minyak tanah dalam jeriken lima liter sekitar Rp20.000 atau Rp4.000 per liter. Namun, di Pasar Kasih Naikoten I, warga mengaku harus membayar hingga Rp40.000 per jeriken atau Rp8.000 per liter.
Menurutnya, kenaikan harga hingga dua kali lipat tersebut sangat memberatkan masyarakat. Karena itu, warga berharap pemerintah dapat memfasilitasi penambahan agen atau kuota penyaluran minyak tanah agar kebutuhan rumah tangga lebih mudah terpenuhi.
“Melalui kegiatan reses ini, kami berharap aspirasi masyarakat dapat dibawa ke pemerintah sehingga ada agen minyak tanah di wilayah kami,” ujarnya.
Warga Minta Pembangunan Pustu
Selain persoalan minyak tanah, warga juga mengusulkan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di Kelurahan Naikoten II.
Warga menilai akses menuju fasilitas kesehatan masih cukup jauh. Selama ini, mereka harus berobat ke Puskesmas Oepoi atau Puskesmas Bakunase, sehingga membutuhkan biaya tambahan dan harus menghadapi antrean pelayanan.
“Kami berharap ada fasilitas kesehatan di wilayah ini agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus menempuh jarak yang jauh,” ungkap salah seorang warga.
DPRD Sarankan Warga Beralih ke Gas.
Menanggapi keluhan mengenai kelangkaan minyak tanah, Randi Daud menyarankan masyarakat mulai mempertimbangkan penggunaan gas sebagai bahan bakar untuk memasak.
Menurut Randi, kuota minyak tanah yang dialokasikan Pertamina untuk Kota Kupang tidak mengalami penambahan sejak 1998. Sementara itu, jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat terus bertambah.
“Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sementara kuota minyak tanah tidak bertambah, tentu pasokan yang tersedia semakin sulit memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Randi.
Karena itu, ia menyarankan warga mulai beralih menggunakan gas yang dinilainya lebih mudah diperoleh dan lebih ekonomis untuk kebutuhan memasak.
“Kalau menggunakan gas, menurut saya, lebih mudah didapat dan harganya lebih murah. Karena itu, masyarakat sudah bisa mulai mempertimbangkan untuk beralih dari minyak tanah ke gas,” katanya.
Sementara itu, Lurah Naikoten II, Fanny Adam, menjelaskan bahwa usulan pembangunan Pustu sebenarnya telah disampaikan. Namun, realisasinya masih terkendala ketersediaan lahan.
Menurut Fanny, Pemerintah Kota Kupang menghadapi keterbatasan lahan yang dapat digunakan untuk membangun fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.
Randi Daud menambahkan, persoalan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Kelapa Lima yang menginginkan fasilitas pelayanan kesehatan lebih dekat dengan permukiman mereka. Namun, keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala bagi pemerintah kota untuk merealisasikan usulan tersebut.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar, baik ketersediaan bahan bakar rumah tangga maupun akses terhadap pelayanan kesehatan. Onel
