Home / Uncategorized / Ribuan Warga Latung dan Latung Barat Masih Bertahan di Pengungsian Pasca Gempa Flores

Ribuan Warga Latung dan Latung Barat Masih Bertahan di Pengungsian Pasca Gempa Flores

NTTLine – Ribuan warga Desa Latung dan Desa Latung Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena gempa susulan masih terjadi hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga memilih tetap berada di tempat pengungsian demi keamanan.
Salah seorang warga Desa Latung, Jhon Marang, mengatakan sebagian besar warga di kedua desa tersebut masih enggan kembali ke rumah karena khawatir terhadap dampak gempa susulan.
“Kalau warga yang memiliki rumah permanen dan semi permanen, mereka tidak pulang sama sekali karena kondisi rumah mereka sudah rusak berat. Sedangkan warga yang rumahnya berdinding papan ada yang sudah pulang karena rumahnya tidak mengalami kerusakan,” ujar Marang.
Menurut Marang, jumlah warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai ribuan orang. Berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, masih dilakukan dari tempat pengungsian.
“Gempa susulan masih terus terjadi sehingga warga masih takut untuk kembali dan memilih tetap tinggal di pengungsian,” katanya.
Marang menambahkan, selain bantuan makanan, warga juga mendapatkan bantuan obat-obatan serta pelayanan tenaga medis. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani warga yang mengalami sakit maupun cedera selama berada di lokasi pengungsian.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dana bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar proses perbaikan dapat segera dilakukan dan masyarakat bisa kembali tinggal dengan aman di rumah masing-masing.
Meski masih berada di pengungsian, Marang mengaku kebutuhan sembako warga sejauh ini masih terpenuhi. Bantuan dari pemerintah terus didistribusikan sehingga kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian dapat terpenuhi.
“Selama tinggal di pengungsian, kebutuhan sembako selalu terpenuhi. Bantuan dari pemerintah juga didistribusikan tepat waktu sehingga warga mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *