Home / Uncategorized / Menteri UMKM Apresiasi Sinergi Golkar NTT dan Bank NTT Perluas Akses KUR

Menteri UMKM Apresiasi Sinergi Golkar NTT dan Bank NTT Perluas Akses KUR

NTTLine – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Bank NTT yang bersinergi memperluas sosialisasi dan mempercepat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi ribuan pengusaha UMKM di NTT.
Apresiasi tersebut disampaikan Maman secara daring melalui Zoom dalam kegiatan sosialisasi KUR Bank NTT yang berlangsung di Gedung Partai Golkar NTT, Kamis (13/8/2026).
“Saya apresiasi kepada Gubernur NTT dan teman-teman Golkar NTT. Acara ini pertama di seluruh Indonesia,” kata Maman.
Menurut Maman, program KUR memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan ruang fiskal pemerintah. Akses pembiayaan yang mudah dan sesuai ketentuan dinilai dapat membantu pengusaha UMKM mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas produksinya.
Karena itu, Maman mendorong perbankan dan partai politik lainnya untuk ikut mengambil bagian dalam menyosialisasikan program KUR kepada masyarakat di NTT.
“Saya mengajak partai politik lain ikut bersama-sama sosialisasi program KUR di NTT,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Eddy Naga, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi Bank NTT dalam proses penyaluran KUR.
Menurut Eddy, seluruh proses penyaluran KUR tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab Bank NTT serta dilaksanakan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sebanyak 2.783 peserta secara daring dan luring. Pembiayaan kegiatan bersumber dari Partai Golkar se-NTT.
“Kegiatan hari ini, kami dari Partai Golkar sebagai pintu masuk bagi partai lain ikut sosialisasi KUR Bank NTT,” kata Eddy.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai lembaga lainnya, untuk bersama-sama mengoptimalkan penyerapan dana KUR Bank NTT.
Menurut Melki, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena itu, kemudahan akses terhadap pembiayaan menjadi faktor penting agar pengusaha dapat meningkatkan produksi, mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi KUR ini. Program seperti ini sangat penting karena membantu masyarakat, terutama para pengusaha UMKM. Dan kita di NTT harus mampu mandiri di atas kaki sendiri, menentukan nasib sendiri terutama di bidang ekonomi,” ujar Melki.
Melki juga meminta agar istilah “pelaku UMKM” mulai diubah menjadi “pengusaha UMKM”. Menurutnya, perubahan cara pandang dan penyebutan tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri serta mendorong pelaku usaha bekerja secara lebih profesional.
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, F.X. Alain Nitti, mengatakan sosialisasi KUR merupakan bentuk dukungan Partai Golkar terhadap program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM.
“Golkar ingin mengambil bagian dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan usaha yang legal dan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ia berharap akses pembiayaan melalui KUR di NTT terus meningkat sehingga dapat memperkuat kapasitas usaha UMKM, memperluas penyerapan tenaga kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengakui realisasi penyaluran KUR Bank NTT hingga saat ini masih berjalan relatif lambat.
Karena itu, Charlie mengapresiasi inisiatif DPD I Partai Golkar NTT yang menggelar sosialisasi secara masif dengan melibatkan ribuan pengusaha UMKM.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan para pengusaha dengan akses kredit yang tersedia di Bank NTT.
“Dengan menggandeng Bank NTT dan melibatkan 2.800 peserta UMKM, kami berterima kasih kepada Partai Golkar yang menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Charlie.
Ia menilai, apabila kegiatan serupa harus dilaksanakan Bank NTT sendiri di berbagai daerah di NTT, kebutuhan biaya yang dikeluarkan tentu tidak sedikit.
“Kalau Bank NTT yang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi KUR dengan melibatkan 2.800 peserta ini di berbagai daerah di NTT, itu biayanya berapa besar,” ujarnya.  Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *