Home / Provinsi NTT / Kemenko PM Lepas 2.319 Mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch 2, Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di NTT

Kemenko PM Lepas 2.319 Mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN Batch 2, Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di NTT

NTTLine – Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus memperkuat upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif) Batch 2 Tahun 2026.

Program tersebut ditandai dengan pelepasan 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia yang akan diterjunkan ke 100 desa di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelepasan peserta KKN Tematik GENTASKIN berlangsung di Kabupaten Kupang dan dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., yang mewakili Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam sambutannya, Abdul Haris menegaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menjadikan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

“Program ini menempatkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan yang mengabdi langsung bersama masyarakat desa dalam mengatasi kemiskinan ekstrem melalui penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kelembagaan desa, serta pendampingan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Abdul Haris.

Ia menjelaskan, sebanyak 2.319 mahasiswa akan menjalankan pengabdian di 100 desa yang tersebar di Kabupaten Alor, Belu, Flores Timur, Kupang, Malaka, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.

Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terbagi dalam lima klaster utama, yakni edukasi gizi serta kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa, peningkatan sanitasi lingkungan serta akses air bersih, penguatan literasi dan pendidikan keluarga, serta pengembangan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal.

Menurut Abdul Haris, kehadiran mahasiswa di desa-desa sasaran diharapkan tidak hanya membantu mempercepat pengentasan kemiskinan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melki Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, para kepala daerah se-NTT yang hadir secara langsung maupun daring, jajaran pejabat tinggi kementerian dan lembaga, pimpinan pemerintah daerah, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Batch 2.

Di akhir sambutannya, Abdul Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi yang telah berkolaborasi menyukseskan program tersebut.

“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran. Di sanalah mahasiswa GENTASKIN dapat berkarya, berinovasi, sekaligus ikut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *