Home / Kota Kupang / Reses Anggota DPRD Kota Kupang Danial Boling, Warga Kelurahan Fatululi Keluhkan Jalan Rusak

Reses Anggota DPRD Kota Kupang Danial Boling, Warga Kelurahan Fatululi Keluhkan Jalan Rusak

Kupang-NTTLine, Warga RT 21, RW 07, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, mengeluhkan kerusakan di Jalan Bayam, di Kelurahan Fatululi. Jalan tersebut sudah rusak selama belasan tahun namin belum mendapat perhatian dari Pemerintah.
” Jalan tersebut sudah sangat lama rusak dan tidak diperbaiki. Kami sudah berulang-ulang kali mengusulkan perbaikan baik lewat Musrembang Keluraham, Reses DPRD, namun tidak pernah dipedulikan oleh pemerintah,” kata Marthen Tenis, warga RT, 21, RW 07, dalam reses Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Hanura, Danial Boling, pada Minggu, 03 Agustus 2025,
Menurut Tenis, ruas jalan yang rusak sepanjang 700 meter dan kerusakannya sudah sangat parah , bahkan saat hujan, warga harus melepas sepatu untuk menuju gereja. Selain rusak, kawasan itu juga sering tergenang air.
Untuk itu, Marthen sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah Kota Kupang maupun DPRD, untuk segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak lagi kesulitan dalam aktifitas.
Selain masalah jalan, Marthen dan Warga RT 21 pada umumnya  juga mengeluhkan ketiadaan tempat sampah diwilayah tersebut dan membuat warga kesulitan dalam membuang sampah.
” Sebenarmya ada tempat sampah di sekita wilayah Pasar Oebobp, namun tempat sampat tersebut telah dipagari dan warga dilarang membuang sampat ditempat tersebut,” kata Marthen.
Menanggapi Keluhan warga, Anggota DPRD Danial Boling mengungkapkan bahwa perbaikan jalan sebenarnya sudah direncanakan, namun terkendala persoalan kepemilikan tanah. “Ini akan menjadi catatan khusus dan akan terus saya perjuangkan, termasuk pembangunan sumur resapan agar air tidak lagi menggenang. Tapi tentu saja, perbaikan jalan perlu dilakukan terlebih dahulu agar pembangunan sumur resapan bisa efektif,” jelasnya.
Terkait Persoalan sampah, Danialmengaku,  pihaknya akan mencari solusi bersama karena masyarakat tidak menginginkan kontainer sampah ditempatkan di lingkungan rumah akibat masalah bau dan kebiasaan sebagian warga membuang bangkai dan makanan basi.
Aspirasi juga datang dari Adriana Dere, yang mewakili ibu-ibu di RT 22 RW 07. Ia menyampaikan keinginan warga agar ada bantuan BPJS dari pemerintah, serta kemudahan dalam pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu, ia menyampaikan bahwa petani kini kesulitan mendapatkan pupuk dan bibit karena kelompok tani sudah tidak aktif. Ia juga meminta perhatian terhadap kegiatan UKM, tenun ikat, serta penguatan Posyandu yang kekurangan fasilitas seperti kursi.
Danial merespons positif seluruh masukan tersebut. Terkait pertanian, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan rekan-rekan dewan di komisi yang bermitra dengan Dinas Pertanian, serta mendorong pembentukan kembali kelompok tani agar bantuan dari pemerintah bisa disalurkan secara tepat. Untuk aspirasi lain seperti BPJS, KIA, UKM, dan Posyandu, Danial menyatakan akan membawanya dalam forum DPRD dan menyuarakannya ke dinas terkait.
“Semua aspirasi ini menjadi tanggung jawab kami untuk memperjuangkan. Saya tidak janji akan selesaikan semua sekaligus, tetapi saya berkomitmen untuk menyuarakan dan mengawal sampai tuntas,” tutup Danial. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *