NTTLine – Kepulan debu tebal yang muncul dari ruas jalan rusak dan belum beraspal di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, mulai mengganggu aktivitas sekaligus dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingginya kasus acute nasopharyngitis atau common cold (batuk pilek) yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Penkase Oeleta.
Berdasarkan data Puskesmas Penkase Oeleta, common cold masuk dalam daftar 10 besar penyakit rawat jalan dengan jumlah 354 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 pasien merupakan laki-laki dan 212 pasien perempuan.
Kepala Puskesmas Penkase Oeleta, dr. Yoseph Desipung, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (12/9/2026), membenarkan adanya peningkatan kasus batuk pilek di wilayah kerja puskesmas.
Menurut Yoseph, kondisi lingkungan, terutama paparan debu dari ruas jalan yang belum beraspal, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Memang benar ada peningkatan signifikan untuk kasus batuk pilek (common cold) di wilayah kerja kami. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah paparan debu jalanan yang cukup pekat,” ujar Yoseph.
Ia menjelaskan, setiap kendaraan yang melintas di ruas jalan dalam kondisi kering dapat membuat debu beterbangan. Debu tersebut kemudian berpotensi terhirup oleh warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalan.
“Kendaraan yang melintas membuat debu dari jalanan kering yang belum beraspal beterbangan dan berpotensi terhirup warga. Kondisi seperti ini tentu dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama jika paparan terjadi secara terus-menerus,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Penkase Oeleta mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan yang banyak terpapar debu.
Warga juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
“Melihat angka kasus yang sudah mencapai 354 pasien, kami mengimbau warga Penkase Oeleta untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga daya tahan tubuh dan mencukupi kebutuhan air minum,” kata Yoseph.
Di sisi lain, warga berharap persoalan jalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Perbaikan dan pengaspalan jalan dinilai penting untuk mengurangi debu yang beterbangan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Bagi warga Penkase Oeleta, persoalan jalan bukan lagi sekadar soal kenyamanan berkendara. Kondisi jalan yang rusak dan berdebu telah menjadi persoalan lingkungan yang turut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. ((mof/rai))













