Home / nasional / Dukcapil Ungkap Nama yang Paling Banyak Dipakai

Dukcapil Ungkap Nama yang Paling Banyak Dipakai

NTTLine – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap daftar nama yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia berdasarkan generasi. Data tersebut menunjukkan adanya pergeseran tren pemberian nama dari masa ke masa, mulai dari nama-nama klasik hingga nama bernuansa Islami yang kini semakin mendominasi.

 

Secara umum, pembagian generasi yang digunakan meliputi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Masing-masing generasi memiliki kecenderungan penggunaan nama yang berbeda, mencerminkan perubahan budaya, tren, hingga latar belakang masyarakat pada zamannya. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, memaparkan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus peluncuran Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026.

 

Menurutnya, nama-nama yang dahulu sangat populer kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. “Sekarang mungkin untuk anak-anak usia 5 tahun atau 10 tahun, katakanlah di Pulau Jawa, sudah sulit mencari yang namanya Joko, Sutrisno, atau Slamet. Ada enggak yang usianya 8 tahun namanya Slamet sekarang? Ada, tapi mungkin sedikit, sudah tergantikan sekarang,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube Dukcapil Kemendagri, Senin (4/8/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa perubahan tren tersebut juga dipengaruhi oleh komposisi penduduk Indonesia. Baca juga: MBG Subianto dan Deretan Nama Unik di Indonesia Saat ini, sekitar 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga nama-nama bernuansa Islami banyak dipilih oleh orang tua. “Kalau kita lihat secara nasional, sekarang nama-nama seperti Muhammad, Aisyah, dan nama-nama Islami lainnya semakin banyak digunakan,” kata Teguh.

 

“Beda kalau di Bali, di Manado atau Sulawesi Utara, NTT, Papua. Tapi nama-nama yang sangat khas Papua misalnya, mungkin juga sudah mulai berkurang dan bergeser menjadi nama-nama yang dianggap lebih modern oleh orang tuanya. Tapi pada dasarnya, nama adalah suatu harapan, suatu doa,” tambahnya.

 

Lantas, nama apa saja yang paling banyak digunakan di setiap generasi menurut data Dukcapil?

 

Nama yang paling banyak digunakan berdasarkan generasi Data kependudukan Dukcapil menunjukkan bahwa nama yang paling banyak digunakan di Indonesia terus berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada generasi Baby Boomer (1946-1964), nama Slamet menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan dengan 38.262 orang, disusul Sutrisno sebanyak 28.311 orang.

Sementara itu, untuk perempuan, nama Aminah berada di posisi pertama dengan 37.153 orang, diikuti Nurhayati sebanyak 36.900 orang.

 

Memasuki Generasi X (1965-1980), nama Sutrisno menjadi nama laki-laki paling populer dengan 65.737 orang, disusul Mulyadi sebanyak 52.325 orang. Untuk perempuan, Nurhayati menjadi nama terbanyak dengan 105.618 orang, diikuti Sulastri sebanyak 85.550 orang.

 

Pada Generasi Milenial (1981-1996), nama Herman menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan dengan 44.421 orang, disusul Sutrisno sebanyak 42.300 orang. Sementara itu, Nurhayati masih menjadi nama perempuan terbanyak dengan 89.799 orang, diikuti Sri Wahyuni sebanyak 80.567 orang.

 

Tren mulai bergeser pada Generasi Z (1997-2012). Nama Ardiansyah menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan dengan 18.211 orang, diikuti Aldi sebanyak 17.996 orang. Untuk perempuan, Sri Wahyuni berada di posisi pertama dengan 26.541 orang, disusul Siti Aisyah sebanyak 25.046 orang.

 

Sementara itu, pada Generasi Alpha (2013-2024), nama bernuansa Islami semakin mendominasi.  Nama Muhamad Al Fatih menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan dengan 29.351 orang, disusul Muhamad Rafa Azka P. sebanyak 11.468 orang. Adapun untuk perempuan, Siti Aisyah menjadi nama terbanyak dengan 15.441 orang, diikuti Aisyah Ayudia I. sebanyak 14.143 orang.

 

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan adanya perubahan pola pemberian nama di Indonesia.  Nama-nama klasik seperti Slamet, Sutrisno, Aminah, dan Nurhayati mendominasi generasi yang lebih tua. Sementara itu, generasi yang lebih muda cenderung menggunakan nama yang lebih modern, seperti Ardiansyah, Muhamad Al Fatih, dan Siti Aisyah, seiring dengan perubahan tren sosial dan budaya di masyarakat. Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *