NTTLine – Seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali berfungsi. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan jalan nasional telah rampung. Penanganan selanjutnya diarahkan ke jalan provinsi dan kabupaten.
“Kalau NTT secara umum sih kalau jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten,” kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (04/09/2026).
Berdasarkan data per 30 Agustus 2026, terdapat 17 ruas jalan terdampak yang terdiri dari 88 titik longsor dan tiga patahan. Seluruh ruas tersebut kini telah kembali fungsional. Selain itu, 14 jembatan dan tiga duiker yang terdampak juga telah difungsikan kembali.
Berbeda dengan jalan nasional, penanganan bangunan terdampak gempa masih berlangsung. Dari 651 prasarana gedung yang terdampak, sebanyak 300 merupakan prasarana ibadah. Kemudian 238 prasarana kesehatan dan 112 prasarana pendidikan keagamaan. Kementerian PU telah memverifikasi 152 prasarana secara bertahap.
Verifikasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan kebutuhan penanganan. Selain itu, terdapat 17 gedung pemerintahan dan satu gedung militer yang terdampak. Keduanya masih dalam proses verifikasi kerusakan.
“Kalau dari PU sih, sangat banyak sebetulnya. Karena kan ini kan gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan kan,” ujar Dody.
Kementerian PU juga mencatat 81 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terdampak dan masih dalam proses verifikasi. Satu SPAM telah ditangani. Dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) juga terdampak dan sedang diverifikasi.
Untuk infrastruktur sumber daya air, verifikasi fungsi dilakukan terhadap dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, dan dua sungai. Akses Pulau Palue kembali terbuka Pulau Palue di Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah yang mendapat penanganan khusus. Kementerian PU telah membuka kembali akses jalan yang tertutup akibat 13 titik longsoran. Kompas













