Kupang-NTTLine, Menyusul kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kota Kupang menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang untuk bertindak tegas terhadap pangkalan minyak tanah yang diduga memanfaatkan momentum Natal dan Tahun Baru untuk meraup keuntungan besar. Praktik tersebut dinilai memberatkan masyarakat karena menyebabkan kelangkaan dan tingginya harga minyak tanah.
” Hal ini sepertinya sering terjadi disetiap menjelang harinraya Natal dan Tahun Baru,” ujar Yeskial Loudoe kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, selasa 25 November 2025.
Yeskiel mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan dari warga terkait sulitnya mendapatkan minyak tanah dengan harga wajar. Meski Disperindag telah melakukan pengecekan di lapangan, ia menilai hingga kini masyarakat masih kesulitan memperoleh bahan bakar tersebut.
Menurut mantan Ketua DPRD Kota Kupang dua periode itu, persoalan ini terus berulang karena penindakan dari Disperindag dinilai belum maksimal. Ia menegaskan bahwa apabila ditemukan pangkalan yang bermain harga atau menimbun stok, harus ada tindakan nyata.
“Kalau sudah turun dan menemukan pangkalan nakal, harusnya langsung ditindak bahkan dilaporkan kepada aparat penegak hukum, bukan hanya memberikan ancaman,” tegas Ketua DPC PDIP Kota Kupang tersebut. Onel













