Kupang-NTTLine, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan menghadapi tantangan berat pada tahun anggaran 2026. Pemerintah pusat dipastikan memangkas alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 204 miliar.
Christian Widodo menjelaskan, pemotongan anggaran sebesar itu dipastikan akan berdampak signifikan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Pemkot Kupang pada tahun mendatang.
“Pemotongan ini tentu akan berpengaruh pada program-program kita. Karena itu, Pemkot harus berupaya menjadi lebih mandiri dengan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang, Dedy Patiwua, menilai pemangkasan TKD harus dijadikan momentum bagi Pemkot untuk berinovasi dalam meningkatkan PAD. Namun ia menegaskan agar Pemkot tidak serta-merta menaikkan pajak masyarakat. “Kondisi ekonomi masyarakat belum stabil. Jangan bebani masyarakat dengan kenaikan pajak,” tegas Dedy.
Ia meminta pemerintah daerah lebih kreatif menggali potensi PAD tanpa membebani warga. Selain itu, Dedy menekankan pentingnya penajaman program prioritas. “Pemkot harus mengarahkan anggaran ke program yang benar-benar prioritas dan meminimalkan kegiatan seremonial seperti rapat-rapat dan perjalanan dinas,” tambahnya.
Dedy menutup pernyataannya dengan menyerukan efisiensi anggaran seiring dengan kondisi fiskal daerah yang semakin ketat. “Mari ketatkan ikat pinggang di tahun 2026,” ujarnya. Onel













