Kupang-NTTLine, Lemahnya dalam perencanaan pembangunan, diduga mengakibatkan hasil pelaksanaan pekerjaan fisik tahun anggaran 2024 yang menggunakan dana APBD tidak berjalan optimal.
Hal ini sesuai hasil uji petik Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang tentang Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kupang 2024, di beberapa tempat diantaranya pabrik garam dan beberapa sekolah, kamis (8/5/2025).
Ketua Pansus LKPJ, Dicky Tallo kepada media usai melakukan uji petik lapangan kepada sejumlah media menjelaskan, dalam uji petik lapangan ke beberapa tempat memang tidak ditemukan hal janggal atau luar biasa, namun ada catatan yang perlu dilakukan evaluasi oleh Pansus buat pemerintah dalam hal ini Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) sebagai pengelola program kegiatan kedepan.
Ketua Pansus LKPJ yang didampingi Wakil Ketua Pansus, Randy Daud mencontohkan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi gedung sekolah pada Sekolah Dasar Negeri 1 Batuplat Dalam penggunaan bahan yang digunakan tidak sesuai, dikarenakan pada perencanaan.
“Dalam pengamatan kami, bahan yang dipakai bukan tripleks tapi gipsun, dan juga beberapa bahan lain seperti kayu. Sesuai alasan yang disampaikan pihak sekolah karena keterbatasan anggaran. Namun kami yakin bahwa kurang oiptimalnya hasil pekerjaan karena kurangnya perencaan yang baik. Kalau perencanaanya baik hasilnya juga pasti baik,” kata Dicki
” Kami melihat eksekusinya bagus, tapi perencanaannya yang masih lemah. Dan itu yang lebih banyak Pansus temukan dari sejumlah proyek pekerjaan yang rampung pada tahun 2024 lalu,” tuturnya. One













