Home / Kota Kupang / Reses DPRD, Warga Nefonaek Keluhkan Masalah Sampah

Reses DPRD, Warga Nefonaek Keluhkan Masalah Sampah

 

Kupang-NTTLine, Warga Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang mengeluhkan masalah sampah yang tidak tertangani dengan baik oleh Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Kupang. Keluhan itu disampaikan satu Warga Nefonaek. Echa Polinggomang dalam reses Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, Rabu (05/02/2025) di Kelurahan Nefonaek.
Menurutnya, masalah sampah sudah sangat meresahkan karena tumpukan sampah ditempat pembuangan sampah semakin banyak, bahkan tumpukan sampah sudah meluap dari tempat sampah dan berceceran dijalan. Kondisi ini sudah berlangsung lama dan tidak tertangani oleh petugas sampah sehingga membuat warga sekitar.
Selain masalah sampah, Echa menyoroti masalah kerusakan jalan diwilayah Perumnas di jalan Kota Kaya 1,2,3. Kerusakan jalan diruas jalan tersebut sudah sangat parah sehingga butuh perbaikan
Untuk itu, Echa berharap agar anggota DPRD khususnya dari dapil Kota Raja, Kota Lama dapat berkoordinasi dinas-dinas terkait agar masalah sampah dan kerusakan jalan dapat tangani dengan baik.
Hsl senada juga disampaikan oleh Edo satu warga Rt. 22, Rw 08 kelurahan Nefonaek. Menurutnya masalah sampah sudah memprihatinkan sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah. Dia juga berharap kepada anggota DPRD yang nerupakan perpanjangan tangan dari masyarakat, dapat menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah Kota Kupang agar dapat mengatasi masalah sampah, khususnya diwilayah Kelurahan Nefonaek.
Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Kota Kupang mengaku akan memperjuangkan aspirasi dari warga Kelurahan Nefonaek.
Menurutnya, terkait penanganan tumpukan sampah digang-gang disekitar pemukiman warga, dirinya akan mengadakan kereta
sampah dengan uang pribadi untuk mengangkut sampah dan dibuang ditempat penampungan yang lebih besar. Sesuai rencana, mokrus mengaku akan membeli beberapa unit untuk dibagikan kepada warga ditingkat RT.
Sementara untuk pengangkutan dan pembuangan sampat di tempat pembuangan akhir (TPA), Mokrianus, mengaku akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar jadwal pengangkutan sampah ditambah agar tidak ada lagi penumpukan sampah di wilayah Kelurahan Nefonaek.
” Sementara untuk masalah merusakan jalan, saya berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum. Kebetulan saya juga berada didalam Komisi III yang bermitra langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum sehingga saya akan menyampaikan langsung aspirasi masyarat kepada nereka sehingga dapat diperhatikan. Onel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *