Home / Uncategorized / 185 Rumah Ibadah Rusak Diterjang Banjir-Longsor di Sumatera

185 Rumah Ibadah Rusak Diterjang Banjir-Longsor di Sumatera

NTTLine-Tercatat sebanyak 185 rumah ibadah dan 326 fasilitas pendidikan rusak diterjang banjir bandang serta tanah longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang tertulis di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) menunjukkan bahwa bencana ini juga mengakibatkan fasilitas umum rusak parah.

 

“Fasilitas umum ada 536 yang rusak, 326 fasilitas pendidikan rusak, rumah ibadah 185 unit, fasilitas kesehatan 25 unit, 115 kantor rusak, dan kerusakan 295 jembatan,” tulis data Pusdatin BNPB, dilihat Kompas.com, Jumat (5/12/2025) pukul 07.00 WIB.

 

Lalu, dalam catatan BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini paling banyak ditemukan di Provinsi Aceh, disusul oleh Sumatera Utara. “325 meninggal dunia di Aceh, 311 di Sumatera Utara, dan 200 di Sumatera Barat,” tulis data Pusdatin BNPB.

 

Dengan demikian, jumlah korban jiwa sampai dengan saat ini telah mencapai 836 jiwa, 209 jiwa masih dinyatakan hilang, dan sebanyak 2.700 orang mengalami luka-luka. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, BNPB masih akan terus mencari korban hilang sampai batas waktu yang belum ditentukan.

 

Sementara itu, terkait pemulihan akses dan jembatan, Abdul menjelaskan bahwa akses dari Sibolga ke Tapanuli Tengah sudah mulai pulih.”Untuk Sumut, akses dari Sibolga ke Tapanuli Tengah sudah mulai pulih. Jembatan Pandaan yang putus akibat banjir sudah selesai diperbaiki, artinya sudah bisa dilewati,” kata Abdul, dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/12/2025). Kemudian, perbaikan jembatan dari Batang Toru Tapanuli Selatan, yang menghubungkan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, juga sudah bisa dilalui secara bertahap. Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *