Home / Polkam / Taliban Putus Internet di Seluruh Afghanistan

Taliban Putus Internet di Seluruh Afghanistan

NTTLine, Afghanistan memasuki hari ketiga tanpa internet dan layanan telekomunikasi, setelah pemerintah Taliban memutus jaringan secara nasional sejak Senin (29/9/2025) malam.  Pemadaman ini menjerumuskan jutaan warga dalam isolasi, melumpuhkan perbankan, bisnis, transportasi udara, hingga distribusi bantuan kemanusiaan.

 

Menurut sejumlah pejabat dan diplomat, keputusan pemutusan akses ini langsung datang dari Pemimpin Tertinggi Taliban, Sheikh Hibatullah Akhundzada.

Tujuannya, kata mereka, adalah mencegah penyebaran tindakan tidak bermoral melalui internet. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan yang enggan disebut namanya menyebut pemadaman akan berlangsung “sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

 

Sebelumnya, pemutusan internet sempat dilakukan secara terbatas di beberapa provinsi pada pertengahan September. Saat itu, juru bicara Provinsi Balkh, Attaullah Zaid, menegaskan larangan tersebut adalah perintah pemimpin Taliban. “Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran tindakan tak bermoral, dan alternatif akan disiapkan di seluruh negeri untuk memenuhi kebutuhan konektivitas,” tulisnya di media sosial.

 

 

Kehidupan sehari-hari lumpuh Warga Afghanistan langsung merasakan dampak berat. Seorang pegawai bank di Kabul yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tak bisa menjalankan pekerjaannya.  “Kami tidak bisa menjalankan bisnis karena klien tidak bisa mengakses perbankan online, transaksi, penarikan uang tunai, atau otorisasi uang,” katanya kepada AFP.

 

Layanan pos juga berhenti beroperasi karena bergantung pada sistem perbankan. Sementara itu, Bandara Kabul menghentikan seluruh penerbangan pada Selasa (30/9/2025) karena sistem komunikasi lumpuh. Seorang pejabat pemerintah yang diwawancarai AFP sebelum jaringan diputus bahkan sudah memperingatkan bahwa “sektor perbankan, bea cukai, dan semua sistem di seluruh negeri akan terdampak.

 

” Karena semua jalur komunikasi hancur, pasukan keamanan Taliban terlihat menggunakan radio untuk berkomunikasi di bandara dan kantor pos. Bantuan kemanusiaan tertahan Pemadaman ini memperparah situasi kemanusiaan yang sudah genting.  Seorang sumber di Kabul yang terlibat dalam operasi bantuan mengatakan, pengiriman uang tunai dan bantuan ke wilayah di luar ibu kota hampir terhenti karena tak ada penerbangan yang bisa beroperasi selama dua hari terakhir.

Staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kabul juga tidak bisa menghubungi kolega mereka di provinsi lain, termasuk para pekerja perempuan yang sejak awal tahun dilarang masuk ke kompleks PBB oleh Taliban. Kompas
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *