Home / olah raga / Rapor Transfer Pemain Timnas Indonesia Musim Panas 2025: Tantangan Baru Kevin Diks & Justin Hubner, Emil Audero Kembali Ke Kasta Tinggi

Rapor Transfer Pemain Timnas Indonesia Musim Panas 2025: Tantangan Baru Kevin Diks & Justin Hubner, Emil Audero Kembali Ke Kasta Tinggi

Bursa transfer, terutama musim panas, sering menarik perhatian penggemar sepakbola, karena di masa ini banyak pemain yang kontraknya telah habis, atau memasuki tahun terakhir. Hal itu juga dialami sejumlah penggawa timnas Indonesia yang berkarir di luar negeri.

Sejumlah nama penghuni skuad Garuda mewarnai pemberitaan bursa transfer, baik yang masih terikat kontrak, maupun yang masa baktinya bersama klub sudah berakhir. Beberapa di antara mereka hanya sekadar mewarnai pemberitaan bursa transfer, dan ada juga yang berhasil pindah ke klub lain.

GOAL menghadirkan daftar pemain timnas senior yang sudah mendapatkan klub baru pada musim panas ini, dan memberikan penilaian atas kepindahan mereka…

26 Januari: Kevin Diks (FC Copenhagen Ke Borussia Monchengladbach)

Di tengah hangatnya transfer musim dingin, kabar menggembirakan datang dari Jerman ketika Kevin Diks membubuhkan tanda tangan kontrak berdurasi lima tahun bersama Borussia Monchengladbach. Diks meninggalkan FC Copenhagen pada musim panas untuk memulai karirnya di Bundesliga Jerman.

Kepindahan itu tentunya menjadi peningkatan karir bagi Diks, mengingat kualitas Bundesliga lebih baik dibandingkan Superliga Denmark, meski Gladbach tidak berkompetisi di Eropa pada musim ini. Peluang Diks menghiasi starting line-up juga terbuka, karena dia disiapkan menjadi seorang pemimpin, setidaknya di sektor pertahanan.

Diks memang belum dimainkan sebagai starter dalam dua laga uji coba melawan Metalist Kharkiv dan Valencia, tetapi dia dinilai telah memperlihatkan performa apik. Bahkan ketika menaklukkan Valencia 2-0, Diks turut menyumbang gol melalui titik putih. Sejumlah media di Jerman menyebut Diks sudah mengisi bagian yang hilang dari tim. Kans Diks untuk menempati posisi idamannya sebagai bek tengah pun terbuka bila Ko Itakura hijrah ke Ajax Amsterdam menggantikan Jorrel Hato yang pindah ke Chelsea.

5 Juli: Jordi Amat (Johor Darul Takzim Ke Persija Jakarta)

Sempat menjadi pilihan utama dan menyandang ban kapten Johor Darul Takzim, Amat perlahan mulai tersingkir, terutama dalam enam bulan terakhir, sehingga lebih sering berada di bangku cadangan. Kondisi Natxo Insa yang membaik membuat Amat pun tergusur dari skuad utama, karena pemain naturalisasi Malaysia ini lebih mendapat kepercayaan.

Setelah JDT tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir tahun ini, Amat kemudian ‘pulang kampung’ untuk memperkuat Persija Jakarta supaya bisa kembali mencicipi atmosfer pertandingan.

Amat kembali bertemu dengan tandemnya di timnas Indonesia, Rizky Ridho. Peluang pemain berusia 33 tahun ini menjadi starter terbuka, karena pilar sebelumnya Ondrej Kudela, telah meninggalkan Jakarta.

 

7 Juli: Shayne Pattynama (KAS Eupen Ke Buriram United)

Pattynama memutuskan pergi dari KAS Eupen pada awal Mei setelah jarang mendapatkan kesempatan bermain di klub Divisi Dua Belgia tersebut, meksi masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2026. Situasi ini berimbas kepada posisinya di timnas Indonesia yang kerap berada di bangku cadangan.

Dia kemudian berlabuh di klub Thailand Buriram United demi mendapatkan kesempatan bermain. Ini menjadi petualangan pertama Pattynama di kompetisi Asia. Buriram United bisa dibilang bukan klub kaleng-kaleng, karena mereka akan tampil di fase grup Liga Champions Asia Elite serta ASEAN Club Championship di samping mempertahanan gelar juara Thai League.

Namun Pattynama tetap harus bekerja keras mendapatkan tempat di skuad utama, mengingat Buriram mendatangkan banyak pemain baru di sektor pertahanan. Gaya permainan Pattynama yang agresif dan menyerang diharapkan bisa menjadi opsi bagi pelatih Osmar Loss Vieira.

16 Juli: Rafael Struick (Brisbane Roar Ke Dewa United)

Ketika bergabung ke klub Australia Brisbane Roar dari ADO Den Haag dengan durasi kontrak satu tahun, Struick sempat mencuri perhatian, ketika dia mencetak gol bagi klub barunya. Tetapi perlahan Struick mulai terpinggirkan dari tim.

Struick praktis tidak mendapatkan tempat di skuad utama Roar, sehingga kontraknya tak diperpanjang. Seperti halnya Amat, Struick pun memilih ‘pulang kampung’ dengan memperkuat Dewa United.

Ini juga menjadi pengalaman pertama Struick bermain di Super League. Keberadaan Stefano Lilipaly dan Egy Maulana Vikri cukup membantu bagi Struick untuk beradaptasi dengan suasana baru, dan itu tidak hanya di Super League, tetapi juga AFC Challenge League.

21 Juli: Nathan Tjoe-A-On (Swansea City Ke Willem II)

Kelanjutan karir Tjoe-A-On menjadi tanda tanya ketika klub Denmark Lyngby Boldklub membatalkan perekrutan dirinya selepas dia meninggalkan Swansea City. Namun itu tidak berlangsung lama, karena klub Eerste Divisie Willem II mengumumkan telah mengontrak Tjoe-A-On dengan durasi dua tahun dan opsi perpanjangan satu musim.

Kembalinya Tjoe-A-On ke Belanda tentunya dibayang-bayangi dengan kegagalan pemain berusia 23 tahun tersebut ketika dia dipinjamkan ke klub Eredivisie SC Heerenveen pada musim dingin 2024. Tjoe-A-On hanya tampil empat kali bersama klub itu di semua kompetisi.

Sang pemain kini ingin melupakan kenangan buruknya itu, dan berusaha membuktikan kualitasnya di Eerste Divisie. Kemampuannya dalam membantu serangan dianggap sesuai dengan gaya permainan yang diusung Willem II, dan bisa menambah opsi di barisan belakang.

 

27 Juli: Emil Audero (Como Ke Cremonese)

Audero dibayang-bayangi bangku cadangan saat kembali ke Como setelah masa peminjamannya di Palermo berakhir. Keinginan klub Serie B ini untuk mempertahankan sang penjaga gawang juga menemui jalan buntu, karena Como tidak memberikan respons positif.

Setelah sempat dikabarkan menjadi bidikan Verona, Audero akhirnya kembali merasakan atmosfer Serie A ketika tim promosi Cremonese mengumumkan peminjaman dirinya selama satu musim.

Cremonese membutuhkan pemain yang memiliki pengalaman di Serie A, dan ini ada di diri Audero, karena sebelumnya pernah tampil di kompetisi bergengsi Italia tersebut bersama Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan. Audero pun dijanjikan masuk ke dalam skuad utama Cremonese.

 

29 Juli: Justin Hubner (Wolverhampton Wanderers Ke Fortuna Sittard)

Hubner mengakhiri perjalanannya di Inggris setelah lima tahun bersama Wolverhampton Wanderers junior ketika klub ini tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada Juni 2025. Hubner pun kembali ke Belanda untuk bergabung dengan Fortuna Sittard usai menandatangani kontrak tiga tahun.

Selama berada di Inggris, Hubner menjadi andalan di Wolves U-21, dan menyandang status kapten di musim terakhirnya. Bek berusia 21 tahun ini sempat berkarir di J1 League ketika dipinjamkan ke Cerezo Osaka selama satu musim pada 12 Maret 2024. Tetapi kiprahnya di Jepang tidak bertahan lama, karena Cerezo menghentikan masa peminjamannya pada 16 Juli. Hubner hanya tampil enam kali di J1 League dan dua di Piala J.League.

Bergabung ke Fortuna membuat Hubner kembali bermain di kelompok senior. Namun tantangan Hubner untuk mendapatkan tempat di skuad utama tidak mudah, karena Fortuna gencar mendatangkan sejumlah pemain belakang. Terakhir, Fortuna meresmikan bek kiri Marko Kerkez dan bek tengah Ivan Marquez. Nama terakhir bakal menjadi pesaing utama Hubner sepanjang musim ini. Goal.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *