Home / Ekbis / 72 Persen Pengguna TikTok di Indonesia Doyan Cari Berita, Tak Cuma Hiburan

72 Persen Pengguna TikTok di Indonesia Doyan Cari Berita, Tak Cuma Hiburan

NTTLine, Pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia kini mencapai lebih dari 160 juta pengguna per Maret 2025. Dari angka tersebut, sebagian besar pengguna ternyata doyan menonton berita, tak cuman konten hiburan saja. General Manager Content Operations Southeast Asia (SEA) TikTok, Angga Anugrah Putra mengungkapkan, 72 persen pengguna di Indonesia setidaknya menonton satu video hard news (berita serius/berat seperti politik, ekonomi, dll) setiap hari di halaman For You Page (FYP) .

“Dan 54 persen menonton tiga atau lebih video hard news per harinya di FYP mereka,” lanjut Angga saat di acara Media Gathering TikTok SEA Growth Summit 2025 di Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025).  Uniknya, Angga merinci, 94 persen konten berita sosial dan isu sosial yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari konten lokal. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata kategori lain yang hanya 87 persen. Artinya, pengguna Indonesia sangat tertarik dengan isu sosial dan berita yang berasal dari dalam negeri.

Dengan statistik ini, Angga mengatakan bahwa berita sudah mulai masuk sebagai top kategori di Indonesia, mengekori konten primadona dari kategori hiburan, olahraga, edukasi, dan gaya hidup.

 

Angga juga membagikan temuan menarik lain soal konten yang paling banyak diminati oleh pengguna TikTok, baik di Asia Tenggara maupun secara global. Untuk tema TV dan film, konten ini 17 kali lebih mungkin membuat pengguna di kawasan Asia Tenggara tetap menonton lebih lama dibandingkan kategori lainnya.  Secara global, TikTok mencatat bahwa TV/film ini menyumbang 16 persen dari total waktu tonton di platform. Sementara 47 persen pengguna global mengaku menemukan film atau serial TV baru di TikTok. Pengguna biasa menemukan film/serial TV baru lewat konten behind-the-scenes (di balik layar), review, atau momen viral dari adegan film.

 

 

Feed ini fokus menampilkan konten edukasi. Fitur ini sudah hadir di Indonesia.(KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)Dalam kategori edukasi, TikTok menyoroti pertumbuhan signifikan di konten terkait STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Untuk mengakomodasi konten sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, TikTok meluncurkan kanal atau feed khusus “STEM” mulai 2024. Di Indonesia, feed STEM sudah diperkenalkan atau soft launch pada Maret 2025. Khusus Indonesia, fitur ini telah tersedia dan ditargetkan untuk mendukung lahirnya 9 juta talenta STEM nasional pada 2030.  Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *